Hero Image
Berita

Demi Jaga IP 3,25, Prodi PBI UMNU "Kejar" Mahasiswa KIP-K Kurang Aktif

28 July 2026 Admin
Demi Jaga IP 3,25, Prodi PBI UMNU "Kejar" Mahasiswa KIP-K Kurang Aktif

MUCHLAS Abror, M.A., tak mau main-main dengan kualitas akademik mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) di Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen (UMNU). Di tengah semester genap 2025/2026, ia secara intensif memanggil dan membimbing mahasiswa binaannya yang tercatat kurang aktif dalam perkuliahan dan nilainya mulai jeblok. "Saya akan terus memastikan mahasiswa mendapatkan bimbingan agar capaian pembelajaran mereka maksimal," tegas Abror, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) UMNU, saat ditemui di ruang bimbingan gedung modular, Senin (21/7).

Langkah ini bukan tanpa alasan. PBI UMNU memiliki aturan ketat bagi penerima KIP-K: Indeks Prestasi (IP) tidak boleh turun dan wajib berada di angka minimal 3,25. Jika tidak, status beasiswa terancam. Karena itulah, pendampingan menjadi "obat wajib" bagi mahasiswa yang mulai kehilangan ritme akademik.

Dua mahasiswa dipastikan masuk dalam daftar prioritas. Namun, pada panggilan sebelumnya, keduanya tak bisa hadir dengan alasan kesehatan. Abror memaklumi, tapi tetap menjadwalkan ulang bimbingan agar tak ada yang tertinggal. Sepanjang semester genap berjalan, terutama setelah evaluasi nilai tengah semester menunjukkan tren penurunan. Proses pendampingan berlangsung di ruang khusus gedung modular kampus, yang sengaja disiapkan untuk suasana konseling yang lebih privat dan kondusif.

Bertempat di ruang bimbingan gedung modular—area yang dipilih agar mahasiswa merasa nyaman dan fokus tanpa gangguan hiruk-pikuk kampus. Selain untuk menyelamatkan IP, ini adalah bentuk komitmen PBI UMNU menjaga mutu lulusan dan akuntabilitas dana beasiswa. "KIP-K bukan sekadar bantuan, tapi amanah. Kami wajib memastikan penerimanya benar-benar serius kuliah," ujar Abror.

Tak asal panggil. Sekretaris Prodi PBI UMNU terlebih dahulu melayangkan surat resmi kepada mahasiswa bersangkutan. Dengan pemberitahuan awal, diharapkan mahasiswa bisa meluangkan waktu khusus—tanpa benturan kegiatan di luar kampus—sehingga bimbingan berjalan efektif.

Di sisi lain, PBI UMNU juga tak berhenti mengawal mahasiswa aktif. Saat ini, mereka gencar melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur reguler dan KIP-K yang masih terbuka hingga gelombang ketiga. "Kami akan menyeleksi dengan ketat, sehingga KIP-K benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan dan berkomitmen," pungkas Abror.

Dengan pendekatan humanis namun tegas, PBI UMNU berharap tak ada lagi mahasiswa KIP-K yang "tenggelam" di tengah semester—karena setiap poin IP adalah masa depan yang dipertaruhkan.

pmbumnu.ac.id

Bagikan: