Perkuat Pendidikan Anak Pekerja Migran, UMNU Kebumen Teken MoU dengan KBRI Malaysia

KUALA LUMPUR, Kebumen24.com – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen kembali menorehkan langkah penting dalam penguatan peran pendidikan Indonesia di kancah internasional. UMNU Kebumen resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Gedung KBRI Kuala Lumpur, Senin (13/10/2025).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, M.Pd.I, dengan Duta Besar Malaysia Dato’ Indera Hermono, didampingi Kepala Biro Universitas, Eko Priyanto, M.Kom. MoU ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia untuk memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Saat ini, terdapat sekitar 2.400 anak PMI yang menempuh pendidikan di 76 Sanggar Bimbingan (SB) di Semenanjung Malaysia. Namun, proses pembelajaran di SB masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi sarana prasarana maupun tenaga pengajar.

Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menegaskan kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak PMI.

“Pekerja migran harus dilindungi bersama keluarganya. Biaya sosial akibat migrasi tenaga kerja akan semakin berat bila anak-anak mereka tidak memperoleh pendidikan yang layak,” tegasnya.

Selama ini, sebagian tenaga pengajar di SB dipenuhi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Namun, dengan meningkatnya jumlah anak PMI, dibutuhkan tenaga pendidik yang lebih kompeten dan berkelanjutan.

Selain aspek akademik, pendidikan anak PMI juga berkaitan erat dengan perlindungan sosial serta pemenuhan hak-hak anak. Karena itu, sinergi antara KBRI, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sangat diperlukan.

Selain UMNU Kebumen, sejumlah perguruan tinggi Indonesia juga turut menandatangani kerja sama serupa dengan KBRI Malaysia. Langkah ini diharapkan menjadi gerakan kolektif dunia pendidikan Indonesia untuk memberikan solusi atas tantangan pendidikan dan sosial bagi anak-anak PMI.

UMNU Kebumen berkomitmen memperluas kontribusinya melalui program KKN Kolaborasi Internasional, pelatihan tenaga pengajar, serta pengembangan kurikulum berbasis moderasi dan kebangsaan yang relevan dengan konteks anak-anak PMI di Malaysia.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak pekerja migran tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan,” ungkap Dr. Imam Satibi.

Sumber: Kebumen24.com