Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dengan dunia akademisi demi meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen,di Aula LLDIKTI Wilayah VI Semarang, Senin (29/9/2025) .
UMNU Kebumen diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Risdianto Hermawan, M.Pd., sedangkan dari pihak BPBD hadir Bergas Catursari Penanggungan, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah. MoU ini juga disaksikan Biro Pemotdaker Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan dari 25 perguruan tinggi se-Jawa Tengah, baik negeri maupun swasta.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan tinggi. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Bergas Catursari Penanggungan yang menegaskan bahwa kampus merupakan mitra strategis dalam melahirkan riset, inovasi, serta program pengabdian masyarakat berbasis mitigasi bencana.
“Akademisi memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Dengan dukungan riset dan edukasi, kita dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana,” ujar Bergas.

Sementara itu, Risdianto Hermawan menyampaikan bahwa UMNU Kebumen siap berkontribusi aktif melalui penelitian, pengabdian, hingga edukasi masyarakat.
“Kerjasama ini akan kami wujudkan agar kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat solusi bagi permasalahan kebencanaan,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, BPBD Jawa Tengah berharap perguruan tinggi, khususnya UMNU Kebumen, dapat menjadi pusat edukasi kebencanaan yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan kesiapsiagaan, pelatihan, hingga program pengabdian masyarakat.
Sumber: Kebumen24.com

