Program Pengabdian Masyarakat, UMNU Kebumen Gelar Pelatihan Storytelling di Kuala Lumpur

Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen bersama IAINU Tuban melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sanggar Bimbingan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang juga merupakan Madrasah Diniyah Jamiah Sholihah.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pengurus Ranting Istimewa Nahdlatul Ulama (PRINU) Jalan Kebun, khususnya badan otonom Muslimat NU, Sabtu 20 September 2025.

Pelatihan difokuskan pada strategi storytelling bagi tujuh orang guru dan pengajar, dengan tujuan menciptakan metode mendongeng yang menarik agar peserta didik lebih bersemangat dan tidak mudah bosan dalam belajar.

Selain itu, sesi diskusi tentang psikologi anak turut melengkapi kegiatan, memberikan bekal tambahan bagi guru dalam memahami dinamika emosi serta perkembangan karakter siswa.

Dosen UMNU Kebumen, Risdianto Hermawan, M.Pd., menyampaikan metode mendongeng menjadi cara efektif untuk membangun kreativitas guru. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara UMNU Kebumen, IAINU Tuban, dan PRINU Jalan Kebun di Malaysia.

Melalui program ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung masyarakat Indonesia di luar negeri.

“Melalui storytelling, kami ingin membantu para pendidik agar lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Harapannya, anak-anak merasa senang dan lebih mudah memahami pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 UMNU Kebumen, Rennanti Lunnadiyah Aprilia, M.P., menekankan pentingnya sesi psikologi anak. “Diskusi ini memberikan perspektif yang lebih luas bagi para guru dalam menghadapi beragam karakter peserta didik,” katanya.

Dukungan penuh datang dari Rizal bin Jamian bersama Muslimat NU PRINU Jalan Kebun. Salah satu pengurus menyampaikan apresiasi,

“Kami sangat berterima kasih kepada UMNU Kebumen dan rombongan. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata, khususnya bagi para guru yang membutuhkan metode mengajar lebih variatif.”ucapnya.

Sumber: Kebumen24.com