umnukebumen@gmail.com
(0287) 6601209
+6282322246200
Jln. Kusuma No. 75, Kebumen

Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah Bersama Kepala BPIP RI

img

Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah Bersama Kepala BPIP RI

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)  Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A, Ph. D, menekankan pentingnya nilai nilai Persatuan dan Kesatuan untuk menjaga NKRI. Menurutnya ini merupakan kunci dan terkandung dalam Pancasila.

Hal itu ia sampaikan saat berbuka puasa bersama para Mahasiswa Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, di Komplek SMK Ma’arif 1 Kebumen Jum’at, 15 April 2022. Hadir Rektor UMNU Dr Imam Satibi M. Pd. I, dan Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar.

‘’ Jaga persatuan dan kesatuan NKRI, maka perdamaian benar benar bisa terwujud di bumi pertiwi ini.’’ucapnya.

Disisi lain, Profesor Yudian menuturkan Ulama Sebagai Warosatul Ambiya merupakan bentengnya para Nabi sebagai utusan Tuhan sang pencipta dan pemberi  wahyu. Untuk itu umat islam harus bisa menteladani para nabi.

Yudian mencontohkan Nabi Nuh yang ahli dalam bidang kapal, Nabi Daud ahli ilmu besi, serta Nabi Yusuf ahli dalam ilmu ekonomi keuangan dan lainya. Dari contoh tersebut Ulama diharapkan memiliki tanggungjawab untuk tidak menguasai ilmu agama saja, namun juga harus menguasai keahlian sains atau teknologi tertentu.

Lebih jauh Yudian menilai saat ini keahlian sangatlah penting, terutama berkaitan dengan teknologi. Untuk mendorong hal tersebut, ia menaruh harapan besar kepada UMNU Kebumen agar bisa melahirkan kader kader ulama yang memiliki keahlian sesuai bidangnya.

Dirinya optimis bahwa mahasiswa UMNU memiliki basis yang kuat dalam bidang agama. Terlebih banyak yang kuliah sambil nyantri di pondok sehingga kedepan memiliki multi talen sebagai ulama.

‘’ Pesan saya, mahasiswa harus terus belajar, dan agar siap menjadi kholifah sesuai dengan mandat dari Alloh. Untuk menjadi kholifah mahasiswa harus tahu nama nama yang diperlukan dan harus ditempuh menjadi syarat sebagai kholifah. Laelatul Qodar adalah hadirya peradaban baru yang aman dan damai.’’imbuhnya.

” UMNU ini keilmuannya lebih banyak ke Sains dan teknologi sehingga sangat tepat untuk memperkuat kompetensi itu  namun demikian tentunya adalah karakter islam pesantren itu tetap harus melekat, dan juga kompetensi agama, ” Ujarnya.

Satibi menjelaskan, kedepan UMNU akan bekerja sama dengan BPIP dalam bidang pengembangan kurikulum dan juga mendorong pendirian sekolah sekolah SMA yang berbasis sains. Dengan harapan dapat mencipatakan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan IPA dan berkarakter santri.

SUMBER

  • SOCIAL SHARE :